Sakit Kepala Sebelah Kiri Belakang

Faktor-faktor pemicu timbulnya migren

Pada beberapa individu yang mengalami migren, faktor pemicu memainkan peranan penting. Banyak faktor pemicu yang terlibat dalam migren dan termasuk, tetapi tidak terbatas pada, seperti di bawah ini :

  • Perubahan hormonal (terutama dihubungkan dengan keadaan menstruasi dan penggunaan kontrasepsi oral)
  • Perubahan-perubahan cuaca yang mendadak
  • Makanan tertentu atau makanan tambahan (food additives) terutama pengawet, MSG, kafein, coklat, keju dan produk-produk jagung
  • Bau yang menyengat, cahaya yang sangat silau
  • Rokok kretek
  • Faktor-faktor emosional
  • Perubahan pola tidur

Sakit Kepala Sebelah, Sakit Kepala Belakang, Sakit Kepala Bagian Belakang, Sakit Kepala Sebelah Kiri, Sakit Kepala Terus Menerus, Sakit Kepala Sebelak kanan, Sakit Kepala Cluster, Sakit Kepala Migren, Sakit Kepala Pada Ibu Hamil

Sekarang ini tidak ada pengobatan yang dapat melenyapkan migren, walaupun banyak pasien yang dapat mengatasi sakit kepalanya. Obat-obatan yang digunakan dalam terapi sakit kepala migren selain untuk menyembuhkan gejala saat serangan sakit kepala juga dapat mencegah sakit kepala berikutnya.

Ketika meresepkan dan menggunakan obat sakit kepala, dokter harus mengingatkan pasien agar tidak meminum obat poten ini dalam frekuensi lebih sering dikarenakan ingin segera menghilangkan keluhannya. Baru-baru ini, cara seperti itu menyebabkan “rebound headache” yaitu suatu keadaan dimana sakit kepala terjadi terus menerus dalam sehari dan akan meningkatkan resisten terhadap obat poten tersebut.

Pengobatan simptomatis untuk migren ditujukan untuk meringankan atau mengurangi gejala-gejala serangan migren. Yang terbaik adalah melakukan konsultasi dengan dokter sebelum minum salah satu jenis obat tersebut, apalagi jika penderita tersebut memiliki masalah medis tertentu sehingga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat tersebut.

Analgesik sederhana. Obat-obat ini misalnya aspirin dan Tylenol, merupakan pengobatan lini depan untuk serangan migren yang ringan hingga sedang.

Anti inflamasi non steroid. Misalnya naproxen sodium, ibuprofen, ketorolak dan indometasin. Obat-obat ini sangat membantu sebagai lini depan untuk mengobati serangan migren ringan hingga sedang.

Preparat kafein. Obat-obat yang mengandung sejumlah kecil kafein mungkin berguna pada stadium awal migren.

Derivatif ergot. Salah satu jenis obat yang paling sering digunakan untuk mengobati migren klasik dan migren umum adalah ergotamin tartrat, suatu vasokonstriktor yang membantu mengatasi perpanjangan stadium nyeri dari sakit kepala karena migren ini.

Obat ini biasanya diberikan pada tahap awal serangan migren. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat lainnya untuk mengatasi mual dan muntah, bila derivatif ergot ini menyebabkan efek samping tersebut.

Sumatriptan. Merupakan kelas obat migren terbaru untuk mengobati serangan migren. Khasnya adalah bekerja selektif pada reseptor agonis 5-HT1dan terbukti efektif untuk mengkontrol gejala-gejala migren. Obat ini dapat diberikan dengan berbagai cara yaitu oral, intra nasal dan dengan suntikan.

Fenotiazin. Obat ini kadang-kadang diberikan secara intravena untuk mengkontrol serangan migren.

Kortikosteroid. Walaupun digunakan untuk mengobati serangan migren, tetapi obat ini tetap kontroversial, kortikosteroid kadangkala membantu untuk menunda serangan serangan migren yang tidak respons terhadap pengobatan lainnya.

Analgesik narkotika. Analgesik narkotika diberikan untuk mengobati serangan migren yang berat. Penggunaan obat ini hanya untuk jangka pendek jika pengobatan lainnya gagal, dan analgesik ini dihentikan jika sakit kepala telah sembuh.

Obat-obat untuk mencegah serangan migren diberikan jika sakit kepala terjadi lebih dari dua atau tiga kali dalam sebulan, lebih lama dari 48 jam dan memburuk serta menyebabkan ketidakmampuan. Obat-obat untuk mencegah serangan migren ini, misalnya :

  • Penyekat beta
  • Penyekat saluran kalsium
  • Antidepresan trisiklik
  • Anti konvulsan
  • Antagonis serotonin
  • Monoamin oksidase inhibitor

Banyak obat yang digunakan untuk mengatasi serangan migren mempunyai efek samping yang buruk. Adalah penting jika pemakaian obat-obat ini diberikan dan diawasi oleh seorang dokter yang mengenal Anda dan mengetahui riwayat medis Anda.

Pengobatan lain untuk serangan migren
Obat yang diberikan dalam terapi migren selalu dikombinasikan dengan biofeedback dan latihan relaksasi. Melalui biofeedback, beberapa pasien mampu untuk mengatur reaksi tubuh mereka dengan baik dengan demikian dapat mengurangi jumlah dan beratnya serangan migren.

Pembatasan diet telah terbukti pada beberapa penderita migren dimana sakit kepala timbul karena makanan tertentu dan harus dihindarkan dalam dietnya. Mengatur agar gula darah tidak turun juga membantu untuk mengkontrol beberapa gejala migren.
Bersambung….

Photo: philharbridge.com

Tags: anti, dokter, migren, pening, sakit, Seri Sakit Kepala, serius, Tidur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar