Obat Sakit Kepala Untuk Ibu Menyusui

Jangan sembarangan minum obat sakit kepala bila Anda sedang hamil. Sakit kepala pada ibu hamil bisa sembuh tanpa harus diobati. Sakit kepala selama hamil memang sering terjadi. Penyebabnya beragam. Bisa sebagai akibat perubahan hormon, tekanan hidup, keletihan, ketegangan otot leher belakang, sakit mata, sakit gigi, perut lapar, infeksi, kepanasan, sinusistis, gangguan neurologik katastropik (seperti tumor otak, perdarahan otak, atau meningitis) atau sebagai gejala awal dari preeklampsia atau eklampsia.

Pada kehamilan, terang dr. Bambang Fajar, SpOG, terutama pada trimester I, sakit kepala sering terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh. "Perubahan hormon tak jarang akan semakin memperparah beberapa keadaan sakit kepala yang sudah dibawa sebelum kehamilannya, termasuk sakit kepala karena sinus."

Obat Sakit Kepala Alami, Obat Sakit Kepala Tradisional, Obat Sakit Kepala Sebelah, Obat Sakit Kepala Herbal, Obat Sakit Kepala untuk Ibu Hamil, Obat Sakit Kepala Pengobatan, Obat Sakit Kepala Migran, Obat Sakit Kepala Migren, Obat Sakit Kepala Belakng, Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui

Pada waktu kehamilan, jelas Bambang, terjadi perubahan tubuh secara fisiologis, anatomis, serta sistematis. Dengan demikian, kerja tubuh akan mengalami peningkatan. Perubahan tersebut bisa membuat sakit kepala. Misal, perubahan di mulut. Karena adanya perubahan hormon terjadi hipersalivasi (keinginan meludah terus-menerus). Keadaan ini akan membuat gusi dan gigi jadi bermasalah. Nah, kalau gigi terasa sakit, maka bisa merembet ke sakit kepala, kan?

Selain itu, terdapat perubahan di gastrointestinal pun bisa menimbulkan sakit kepala. "Pada saat kehamilan, tubuh akan memproduksi sejumlah progesteron dan estrogen yang cenderung melemaskan semua jaringan otot halus di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan. Akibatnya, kadang-kadang makanan berjalan lambat di dalam sistem perncernaan, sehingga perut terasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini akan meningkat ke sakit kepala."

Tak cuma itu, secara sistemik tensi ibu hamil cenderung turun, sekitar 10-15 mHg, yang mengakibatkan anemia. "Ini akan berpengaruh dan menyebabkan ibu sakit kepala. Sedangkan anemia terjadi karena tingkat Hb-nya rendah. Karena secara alamiah saat kehamilan akan terjadi pengenceran darah serta hipervolume darah. Kendati semula Hb-nya bagus, tapi karena volume darahnya mengalami peningkatan, bisa terjadi anemia. Karena jumlah zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah akan meningkat," papar ahli kebidanan dan kandungan dari RSI Bintaro ini.

Keadaan ini akan berlangsung terus hingga kehamilan trimester III. "Terlebih lagi kalau pada trimester III timbul preeklampsia, maka sakit kepala akan semakin meningkat."

BERDENYUT ATAU TERASA BERAT
Sakit kepala bisa dibedakan dua macam; sakit kepala yang terasa berdenyut-denyut/cekot-cekot dan sakit kepala hanya terasa berat/tak berdenyut. Yang membuat berdenyut tak lain adalah pembuluh darah atau nadi yang mengikuti denyut jantung. Denyutannya bisa terasa di mana-mana, dari dahi, pelipis, atau belakang kepala. Hal ini karena di tempat-tempat tersebut terdapat pembuluh darah yang sejajar dengan saraf. Kalau denyut nadi melebihi normal, maka saraf pun akan terkena. Artinya, denyut nadi akan merangsang saraf dan menyebabkan rasa nyeri di kepala. "Hal ini berawal dari kondisi aliran darah yang terlalu keras berdenyut." Terlebih lagi bagi yang memiliki pembuluh darah yang peka, maka aliran darah yang menuju ke kepala cenderung bertambah cepat. Misalnya, saat terkena sengatan matahari atau karena kurang makan.

Selain itu, infeksi kuman atau flu juga bisa menyebabkan sakit kepala yang berdenyut. Pendek kata, segala penyakit di seluruh tubuh yang menyebabkan denyut nadi bertambah bisa membuat kepala nyut-nyutan.

Adakalanya sakit kepala tak terasa berdenyut, melainkan berupa kepala terasa berat dan pegal, terutama pada bagian belakang leher. Nah, pegal timbul karena otot yang tegang akibat stres. Tak heran, kan, ketegangan kerap muncul di sore hari, saat otot-otot sudah merasa capek.

Kecuali itu, sakit kepala juga sering terjadi karena migren; akibat pengerutan atau penyempitan saluran-saluran darah di kepala yang diikuti dengan pelebaran atau pembukaan yang tiba-tiba. Terganggunya aliran darah ini akan menyebabkan nyeri di daerah tersebut. Nah, kalau hal ini terjadi, biasanya diikuti oleh rasa nyeri yang sangat dan menusuk pada daerah tersebut selama berjam-jam. "Umumnya bila sebelum hamil ibu sering mengalami migren, maka keluhan ini akan sering muncul saat hamil." Karena itu, saran Bambang, sebaiknya ibu mengetahui penyebab serangan migrennya agar dapat menghindarinya demi pencegahan selanjutnya.

TAK PERLU MINUM OBAT
Untuk menyembuhkan rasa sakit kepala sebaiknya ibu mencoba mengenali rasa sakit di kepalanya. Berdenyut atau terasa berat? Apapun rasanya, toh, sakit kepala biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus minum obat, Bu.

Kalau hanya terasa berat, cobalah dengan melakukan istirahat, atau bisa juga melakukan pijatan dengan balsam di daerah yang terasa tegang; di kening atau belakang kepala, sehingga otot-otot terasa lemas dan sakit kepala pun hilang. "Kalau cara itu tak menolong, pikirkan penyebab lainnya. Bisa jadi karena stres psikis. Mungkin di kantor sedang ada masalah. Kalau ini yang terjadi, selesaikan masalahnya maka sakit kepalanya bisa hilang."

Namun bila sakitnya muncul kembali atau malah bertambah hebat, bisa saja karena ada sebab lain. Misalnya, karena tekanan darah tinggi (hipertensi), sehingga membuat kepala berdenyut terutama di daerah belakang kepala atau tengkuk. Sakit kepala karena hipertensi biasanya terjadi saat bangun tidur. Hipertensi juga sering dihubungkan dengan stres atau depresi. Kalau sudah demikian, maka dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah, penghilang rasa nyeri, serta obat yang berkhasiat mengendurkan otot. Kalau karena ketegangan psikis maka dokter akan memberikan obat penenang ringan.

Kenali juga apakah rasa sakit tadi hanya terasa di sebelah kepala saja atau di seluruh kepala. Kalau hanya di satu bagian saja, jangan-jangan terkena migren. Umumnya migren pada wanita diawali keletihan atau stres. Pasien dengan migren sebaiknya berbaring dengan tenang dalam ruangan gelap dan menghindari suara yang gaduh.

Sedangkan bila disertai pembengkakan dan pertambahan berat badan yang mendadak, bisa jadi pertanda ada preeklampsia. Adanya tumor pun bisa membuat sakit kepala. Bisa dikenali dengan sakit kepala yang tak kunjung sembuh kendati sudah diobati. Misalnya, biasanya sakit kepalanya dapat sembuh hanya dengan makan satu obat saja. Tapi kemudian setelah makan 2-3 obat pun belum sembuh, bahkan penglihatan jadi kabur. Bisa jadi penyebabnya adalah tumor, meningitis, atau terjadi perdarahan. "Hal ini mau tak mau harus dibawa ke dokter untuk tindakan lebih lanjut." Sementara bila sakit kepala disertai dengan menggigil dan demam merupakan indikasi sinusitis. "Nyeri sinusitis dapat berkurang bila ibu berdiri atau berjalan-jalan."

TIDAK MENGGANGGU KEHAMILAN
Bila ibu hamil mengalami keluhan sakit kepala biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk memeriksa adanya preeklampsia atau bukan. Pertolongan pertama dilakukan dengan beristirahat, pemijatan kepala, mendinginkan kepala dengan air, mengikat kepala, atau , atau mengganti posisi tidur.

Selanjutnya, dokter akan melihat apakah langkah-langkah pertolongan pertama itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. "Dengan perbaikan posisi tidur apakah akan membaik atau tidak, setelah diberi minuman manis apakah energinya akan membaik atau tidak, misalnya?" Kalau ternyata rasa sakit tidak mereda, dokter akan melakukan pengobatan. Tentu pengobatan sangat tergantung dari penyebabnya. Misalnya, ia punya penyakit hipertensi, maka penyakit utamanya akan diobati. Satu hal yang penting, obat-obatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kehamilannya. "Jangan sampai obat tersebut malah membahayakan kehamilannya. Obat sakit kepala yang aman untuk ibu hamil setaraf obat-obatan dari golongan parasetamol."

Namun demikian, tekan Bambang, ibu hamil tidak perlu khawatir bahwa sakit kepala akan mengganggu kehamilannya. "Kecuali kalau sakit kepalanya karena preeklampsia atau anemia, ya." Sebab, bila tensi darahnya turun sekali atau terjadi anemia, maka ibu harus segera ke dokter. "Biasanya akan diberi obat-obatan untuk menaikkan tensinya. Karena tensi darah berkaitan dengan oksigenisasi ke otak janin."

Tindakan pertama bila tensi rendah bisa dilakukan dengan berbaring untuk menormalkan aliran darah. Bila tensinya tinggi, ibu juga akan diminta banyak istirahat serta diberi obat-obatan antihipertensi. Artinya, diberi obat yang tidak menimbulkan agregasi flatelet; pemecahan butir-butir darah merah yang bisa membuat jadi preeklampsia.

Sakit kepala baru dikatakan berbahaya bila sakitnya semakin menghebat, tak kunjung hilang walau telah makan obat pereda sakit kepala dan mata kabur. "Berarti ada sesuatu penyakit lain yang bukan karena kehamilan. Bisa karenaada sesuatu di otaknya, misalnya, timbul perdarahan di otak." Untuk itu, maka si ibu akan dikirim ke neurolog untuk pengobatan lebih lanjut.

Jadi Bu, jangan anggap enteng. Kuncinya, Ibu sudah tahu, banyak istirahat dan konsultasikan dengan dokter agar Anda memperoleh obat pereda sakit yang direkomendasikannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar