Tampilkan postingan dengan label Sebelah Kiri Belakang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebelah Kiri Belakang. Tampilkan semua postingan

Sakit Kepala Belakang Sebelah Kiri

Mengapa saya sering pusing di bagian belakang kiri kepala?

saya sering sakit kepala di bagian belakang sebelah kiri kepala, sakit kepala cepat datang jika saya tegang dan disaat saya naek mobil dengan pjalanan cukup jauh. Saya tidak berani ke dokter karena takut terjadi sesuatu hal yang menakutkan. Jika sakit kepala saya menjadi-jadi saya paksakan tidur namun esok nya sakit kepala belum juga hilang, hanya kerkurang sedikit saja, adakah temen2 yang merasakan sama dengan saya? gejala apa yah? apakah ini berhubungan dengan gigi berlubang karena saya memiliki gigi berlubang di bagian bekang kanan dan kiri. terimakasih



Sakit Kepala Sebelah, Sakit Kepala Belakang, Sakit Kepala Bagian Belakang, Sakit Kepala Sebelah Kiri, Sakit Kepala Terus Menerus, Sakit Kepala Sebelak kanan, Sakit Kepala Cluster, Sakit Kepala Migren, Sakit Kepala Pada Ibu Hamil

==========================

Jawaban

mungkin kamu migrain. kalo urusan gigi sih kayaknay enggak ya. nih aku kasih tips hadapin migrain


Definisi paling awam dari migren adalah sakit kepala sebelah. Ada rasa
berdenyut-denyut di sekitar pelipis, dahi, atau mata. Rasa nyeri ini
kemudian mempengaruhi kondisi tubuh yang lain, seperti mual, wajah menjadi
sembab, penglihatan kabur, tangan dan kaki terasa dingin. Meski sebenarnya
sakit kepala tidak selalu berarti migrain. Tak jarang sakit kepala sebelah
merupakan gejala dari penyakit atau kelainan. Misal: radang sinus, sakit
gigi, atau bahkan sakit lambung. Mereka yang menggunakan kacamata biasanya
terserang sakit kepala sebelah bila sudah tiba saatnya mengganti kacamata.

Penyebab migrain belum diketahui secara persis. Namun catatan kedokteran
menunjukkan bahwa migrain dapat diderita oleh semua usia. Wanita lebih
sering terkena migrain dibanding pria. Dan, separuh kasus migrain mempunyai
riwayat keluarga migrain.

Migrain biasanya menyerang di waktu pagi hari. Padahal jam-jam tersebut
adalah jam-jam produktif kita bekerja. Tentu migrain sangat menganggu
produktivitas. Bukan hanya karena rasa nyeri yang sangat kuat itu membuat
tak bisa bekerja dengan baik, penderita biasanya mengalami gangguan emosi.
Misal, menjadi gelisah, mudah marah, depresi. Oleh karena itu langkah
terbaik untuk menangani penderitaan akibat migrain ini adalah berkonsultasi
dengan dokter dan mendapatkan obat yang tepat. Namun demikian, tetap ada
beberapa tips sederhana untuk meredakan nyeri migrain ini.

1--Beristirahatlah.

Penderita migrain biasanya peka terhadap cahaya. Oleh karena itu untuk
meredakan rasa nyeri ini, penderita disarankan untuk beristirahat di tempat
yang gelap dan tenang. Jauhilah sumber-sumber keramaian dan tempat bercahaya
terang. Tenangkan diri dengan sebaik-baiknya dan cobalah untuk tidur.

2--Kompres kepala dengan es/air dingin.

Coba redakan rasa nyeri itu dengan mengompres bagian yang sakit dengan es
atau air dingin. Dingin bisa membantu menyempitkan pembuluh darah.

3--Jauhi sumber-sumber penyebab migrain.

Ada beberapa zat yanng dapat memicu migrain, seperti caffein, alkohol. Jika
migrain disebabkan oleh alergi, jauhi sumber alergi, misal, coklat, susu,
keju, dan monosodium glutamat (MSG) dalam vetsin. Kurangi minum kopi atau
teh. Adakalanya sedikit cafein/kopi dapat meredakan migrain. Namun lebih
dari secangkir kopi akan menambah rasa nyeri migrain. Selain itu, jauhi juga
cologne dan bau-bauan yang menyengat karena dapat memperparah migrain.

4--Hangatkan bagian leher.

Berikan kerileksan pada leher. Leher biasanya adalah bagian tubuh yang
bekerja berat menopang kepala. Kelelahan pada leher dapat memicu rasa sakit
kepala. Saat beristirahat, coba hangatkan leher anda. Atau, beri sedikit
pijatan lembut.

5--Minum obat pereda sakit.

Ada banyak obat pereda sakit berupa analgesik dan antipiretik. Aspirin
biasanya menjadi pilihan banyak orang. Namun, jangan sembarang minum obat.
Yang terbaik adalah obat yang dianjurkan oleh dokter anda

semoga bisa membantu anda
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Kepala Sebelah Kiri Belakang

Faktor-faktor pemicu timbulnya migren

Pada beberapa individu yang mengalami migren, faktor pemicu memainkan peranan penting. Banyak faktor pemicu yang terlibat dalam migren dan termasuk, tetapi tidak terbatas pada, seperti di bawah ini :

  • Perubahan hormonal (terutama dihubungkan dengan keadaan menstruasi dan penggunaan kontrasepsi oral)
  • Perubahan-perubahan cuaca yang mendadak
  • Makanan tertentu atau makanan tambahan (food additives) terutama pengawet, MSG, kafein, coklat, keju dan produk-produk jagung
  • Bau yang menyengat, cahaya yang sangat silau
  • Rokok kretek
  • Faktor-faktor emosional
  • Perubahan pola tidur

Sakit Kepala Sebelah, Sakit Kepala Belakang, Sakit Kepala Bagian Belakang, Sakit Kepala Sebelah Kiri, Sakit Kepala Terus Menerus, Sakit Kepala Sebelak kanan, Sakit Kepala Cluster, Sakit Kepala Migren, Sakit Kepala Pada Ibu Hamil

Sekarang ini tidak ada pengobatan yang dapat melenyapkan migren, walaupun banyak pasien yang dapat mengatasi sakit kepalanya. Obat-obatan yang digunakan dalam terapi sakit kepala migren selain untuk menyembuhkan gejala saat serangan sakit kepala juga dapat mencegah sakit kepala berikutnya.

Ketika meresepkan dan menggunakan obat sakit kepala, dokter harus mengingatkan pasien agar tidak meminum obat poten ini dalam frekuensi lebih sering dikarenakan ingin segera menghilangkan keluhannya. Baru-baru ini, cara seperti itu menyebabkan “rebound headache” yaitu suatu keadaan dimana sakit kepala terjadi terus menerus dalam sehari dan akan meningkatkan resisten terhadap obat poten tersebut.

Pengobatan simptomatis untuk migren ditujukan untuk meringankan atau mengurangi gejala-gejala serangan migren. Yang terbaik adalah melakukan konsultasi dengan dokter sebelum minum salah satu jenis obat tersebut, apalagi jika penderita tersebut memiliki masalah medis tertentu sehingga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat tersebut.

Analgesik sederhana. Obat-obat ini misalnya aspirin dan Tylenol, merupakan pengobatan lini depan untuk serangan migren yang ringan hingga sedang.

Anti inflamasi non steroid. Misalnya naproxen sodium, ibuprofen, ketorolak dan indometasin. Obat-obat ini sangat membantu sebagai lini depan untuk mengobati serangan migren ringan hingga sedang.

Preparat kafein. Obat-obat yang mengandung sejumlah kecil kafein mungkin berguna pada stadium awal migren.

Derivatif ergot. Salah satu jenis obat yang paling sering digunakan untuk mengobati migren klasik dan migren umum adalah ergotamin tartrat, suatu vasokonstriktor yang membantu mengatasi perpanjangan stadium nyeri dari sakit kepala karena migren ini.

Obat ini biasanya diberikan pada tahap awal serangan migren. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat lainnya untuk mengatasi mual dan muntah, bila derivatif ergot ini menyebabkan efek samping tersebut.

Sumatriptan. Merupakan kelas obat migren terbaru untuk mengobati serangan migren. Khasnya adalah bekerja selektif pada reseptor agonis 5-HT1dan terbukti efektif untuk mengkontrol gejala-gejala migren. Obat ini dapat diberikan dengan berbagai cara yaitu oral, intra nasal dan dengan suntikan.

Fenotiazin. Obat ini kadang-kadang diberikan secara intravena untuk mengkontrol serangan migren.

Kortikosteroid. Walaupun digunakan untuk mengobati serangan migren, tetapi obat ini tetap kontroversial, kortikosteroid kadangkala membantu untuk menunda serangan serangan migren yang tidak respons terhadap pengobatan lainnya.

Analgesik narkotika. Analgesik narkotika diberikan untuk mengobati serangan migren yang berat. Penggunaan obat ini hanya untuk jangka pendek jika pengobatan lainnya gagal, dan analgesik ini dihentikan jika sakit kepala telah sembuh.

Obat-obat untuk mencegah serangan migren diberikan jika sakit kepala terjadi lebih dari dua atau tiga kali dalam sebulan, lebih lama dari 48 jam dan memburuk serta menyebabkan ketidakmampuan. Obat-obat untuk mencegah serangan migren ini, misalnya :

  • Penyekat beta
  • Penyekat saluran kalsium
  • Antidepresan trisiklik
  • Anti konvulsan
  • Antagonis serotonin
  • Monoamin oksidase inhibitor

Banyak obat yang digunakan untuk mengatasi serangan migren mempunyai efek samping yang buruk. Adalah penting jika pemakaian obat-obat ini diberikan dan diawasi oleh seorang dokter yang mengenal Anda dan mengetahui riwayat medis Anda.

Pengobatan lain untuk serangan migren
Obat yang diberikan dalam terapi migren selalu dikombinasikan dengan biofeedback dan latihan relaksasi. Melalui biofeedback, beberapa pasien mampu untuk mengatur reaksi tubuh mereka dengan baik dengan demikian dapat mengurangi jumlah dan beratnya serangan migren.

Pembatasan diet telah terbukti pada beberapa penderita migren dimana sakit kepala timbul karena makanan tertentu dan harus dihindarkan dalam dietnya. Mengatur agar gula darah tidak turun juga membantu untuk mengkontrol beberapa gejala migren.
Bersambung….

Photo: philharbridge.com

Tags: anti, dokter, migren, pening, sakit, Seri Sakit Kepala, serius, Tidur
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Kepala Bagian Belakang Sebelah Kiri

“Lain sakit kepala, lain pula obatnya”. Anda mungkin sering mendengar slogan ini di iklan salah satu produk obat di televisi. Tapi pernyataan ini memang ada benarnya, karena ada berbagai jenis sakit kepala dan begitu pula penanganannya. Maka kenali dulu jenis kepala anda, baru ditangani.

Sakit kepala dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu sakit kepala akibat psikologis (psikogenik) dan organik. Mengapa perlu dibedakan? Karena therapinya berbeda. Sakit kepala organik sendiri dapat dipilah menjadi 3 macam secara garis besar, yaitu: migrain, cluster headache, dan tension headache. Mari kita bahas secara singkat.

1. Migren adalah suatu sindroma klinik akibat kurang berfungsinya integrasi sistem saraf pusat dengan manifestasi klinis berupa gangguan kepribadian dan tubuh yang luas, dapat disertai oleh rasa sakit namun dapat pula tidak. Gejala klinis yang tampak adalah sakit kepala yang sering dan berulang, berlangsung 2-72 jam tanpa keluhan lain di antara 2 sakit kepala. Nyeri ini timbul tiba-tiba dan biasanya pada satu sisi kepala, berdenyut, terasa menusuk-nusuk dan rasa kepala ingin pecah. Ada beberapa gejala yang terjadi sebelum dan selama serangan migren, yaitu: fenomena visual positif (penglihatan berkunang-kunang), fenomena visual negatif (penglihatan kabur) dan gejala sistemik seperti mual, muntah, diare, takut cahaya dll.

Kadang-kadang migren dapat pula disertai oleh kelainan neuro-psikiatrik (gangguan motorik, sensorik dan kejiwaan) yang timbul kemudian atau menyertai gejala migren. Faktor pencetus serangan migren meliputi stres, kejutan emosional, kesibukan atau relaksasi setelah kesibukan, musim panas, selama haid, sebelum haid, atau terlambat haid, makanan tertentu atau alergen yang spesifik, kelelahan fisik dan mental, kontrasepsi oral dll.

2. Cluster Headache (Sakit Kepala Pada Bagian Yang Tertentu) Disebut juga migren merah, karena pada waktu nyeri timbul, muka menjadi merah pada sisi yang sakit. Nyeri kepala dirasakan pada satu sisi kepala, tetapi dapat pula kedua sisi. Biasanya hebat seperti ditusuk-tusuk pada separuh kepala, di sekitar, belakang atau di belakang bola mata, pipi, lubang hidung, langit-langit, gusi dan menjalar ke seluruh bagian kepala. Nyeri kepala ini disertai gejala khas berupa mata merah dan berair, hidung tersumbat, sisi kepala menjadi merah panas dan nyeri bila di tekan. Nyeri jenis ini lebih sering ditemui pada laki-laki dan timbul pada usia 20-40 tahun.

Serangan terjadi pada waktu-waktu tertentu, biasanya dini hari menjelang pagi dan akan membangunkan penderita dari tidurnya karena nyeri yang hebat. Serangan berlangsung 15 menit sampai 5 jam dan terjadi beberapa kali selama 2-6 minggu. Faktor yang diduga mencetuskan serangan adalah makanan atau minuman yang mengandung alkohol.

Yang lebih banyak kita bahas adalah tension headache. Tension headache adalah salah satu tipe sakit kepala dewasa yang terbanyak ditemukan. Nyeri ini biasanya terjadi akibat tekanan jiwa.

Tension headache bisa terjadi periodik (“episodik”, kurang dari 15 hari dalam sebulan) atau setiap hari (“kronik”, lebih dari 15 hari dalam sebulan). Episodik tension headache didapat digambarkan seperti tali yang mengikat ringan sampai sedang di kepala, kencang atau adanya tekanan di dahi, atau pundak dan leher. Berlangsung dalam 30 menit atau bisa sampai berhari-hari. Episodik tension headache ini datang secara berangsur-angsur, biasanya dimulai dini hari. Sering merasa terbangun dari tidur dan merasa sakit kepala. Penyebab terbangun dari tidurnya bukanlah sakit kepala. Tapi gangguan tidur. Pada yang ringan, nyeri berangsur-angsur kurang pada pertengahan hari dan bisa hilang di waktu malam.

Tingkat keparahan tension headache ini meningkat berdasarkan frekuensinya. Tension headache kronik datang dan hilang dalam waktu yang lebih lama. Nyerinya selalu berdenyut, menyerang bagian depan, atas, atau samping kepala. Walaupun kadar nyerinya berbeda, nyeri itu akan terus ada. Tension headache kronik ini tidak mengganggu penglihatan, keseimbangan, atau kekuatan tubuh. Juga jarang sampai tidak bisa beraktivitas rutin. Inilah yang membedakan dengan migrain.

Wanita dua kali lebih banyak menderita tension headache dibanding pria. Dan wanita lebih banyak menderita yang jenis kronisnya. Kebanyakan orang dengan tension headache kronis menderita sakit kepala lebih dari 60-90 hari.

Tidak ada penyebab tunggal tension headache. Tipe sakit kepala ini bukan merupakan keturunan. Pada beberapa orang, tension headache mnyebabkan ketegangan otot di belakang leher dan kepala. Ketegangan otot ini bisa disebabkan oleh beberapa hal dibawah ini:

  • Istirahat yang tidak cukup
  • Posisi tubuh yang salah
  • Stres mental dan emosional, termasuk depresi
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Lapar

Tapi, ketegangan otot ini tidak selalu tension headache dan penyebab pastinya belum diketahui.

Tension headache selalu dipicu oleh stres lingkungan atau internal diri. Kebanyakan stres akibat hubungan keluarga, sosial, pertemanan, lingkungan pekerjaan dan sekolah.

Gejala-gejala tension headache dapat disertai mual, muntah, vertigo, lesu, kurang tidur, mimpi buruk, mudah gelisah, sulit konsentrasi, mudah tersinggung, cepat marah, sedih, hilang kemauan bekerja/belajar dan keluhan depresif lainnya.

Pengobatannya bisa dilakukan dengan menenangkan jiwa dan obat-obatan penenang, relaxan otot, dan penahan rasa sakit. Dokter ahli saraf mungkin akan meresepkan obat racikan yang isinya perpaduan itu. Terlebih dari obat-obatan, istirahat dan relaksasi merupakan unsur utama dalam usaha menangani nyeri kepala psikosomatik ini.

Daftar Pustaka
Sidharta, Priguna. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Cetakan ke-5. Jakarta: Dian Rakyat. 2004
www.emedicine.com/emerg/topic231.htm
www.mayoclinic.com/health/tension-headache/DS00304
www.webmd.com/migraines-headaches/tension-headaches

»»  Baca Selengkapnya...